Minggu, 17 Februari 2008

Hidup dengan tujuan

Tidak bisa dibayangkan jika sebuah kapal berlayar tanpa tujuan. Itulah narasi yang sering kita dengar untuk menggambarkan hidup tanpa tujuan. Yang menarik adalah kita masih sulit untuk memiliki tujuan hidup meskipun kita sudah mendengar narasi diatas dan bahkan dalam jangka waktu tertentu sadar ingin memiliki tujua. Hal itupun masih sulit untuk mendorong kita untuk memiliki tujuan tersebut. Ya… ternyata sadar dan ingin adalah hanya tahap awal untuk memiliki tujuan hidup.

Tahap lain yang diperlukan adalah pemahaman, kita perlu memahami kenapa kita harus memiliki tujuan hidup. Pemaham sesaat akan bersifat sesaat juga, sehingga ketika kesibukan dan rutinitas mendera kita, kitapun mudah kehilangan kesadaran sesaat tersebut. Ketika kapal berlayar dengan tujuan maka kapal tersebut memiliki arah dan memiliki target waktu; begitu juga dengan hidup ini, tanpa arah akan menyulitkan kita untuk memilih padahal hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan. Dan tanpa target waktu kita akan kehilangan dorongan-dorongan positif dalam mencapai sasaran tersebut. Sehingga hidup ini akan tertinggal dengan gelombang kebutuhan yang selalu berada didepan kita.

Masih ada tahapan lain setelah kita memahami yaitu memilah, memilah artinya kita mampu memisahkan bagian penting dan bagian yang kurang penting. Artinya berdasarkan tahapan pemahaman kita diatas kemudian kita memilih apa saja yang penting yang harus kita lanjutkan dan apa saja yang tidak penting yang harus kita tinggalkan. Untuk memudahkannya, kita membuat sasaran jangka pendek dan jangka panjang. Target-target